Akibat Pemboman Bawah Laut, Terumbu Karang di Perairan Sulsel Tinggal 30 Persen

0

Onesulsel.id, Makassar – Masalah yang paling serius di tangani Pemerintah Indonesia adalah rusaknya alam bawah laut di Indonesia akibat banyaknya tangan jahil para manusia yang bertanggung jawab salah satunya adalah destructive fishing.

Hal tersebut diungkapkan oleh Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM) bersama Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Sulsel menggelar Focus Group Dicussion (FGD) Penanggulangan Destructive Fhising di Kantor DKP Sulsel jalan Baji Minasa Kota Makassar, Rabu (1/11/2017).


Destructive fishing adalah salah satu bentuk pengrusakan lingkungan bawah laut akibat pengeboman dan pembiusan ikan.

Kepala BKIPM Makassar Sitti Chadidjah mengatakan, destructive fishing ini menimbulkan berbagai masalah kerusahan habitat laut di perairan Sulsel akibat pengguna bom dan pembiusan ikan dan pukat yang tidak rama lingkungan.

“Salah satu pulau dengan intensitas destructive fishing yang tinggi adalah di Pulau karangrang Kabupaten Pangkep, dimana di pulau ini diketahui terdapat sekitar 14 orang pelaku yang telah diamankan oleh petugas kepolisian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tingginya intensitas
destructive fishing ini telah menimbulkan kerusakan ekosistem terumbu karang yang cukup parah, di perairan yang membentang dari perairan Pangkep hingga perairan Pulau Selayar.

“Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang untuk wilayah Sulsel saja kini tinggal 30 persen sedangkan tingkat kerusakan parah sudah lebih dari 50 persen,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas DKP Sulsel Sulkaf S Latif mengatakan pihak DKP Sulsel berkomitmen untuk menindak tagas para pelaku destructive Fishing.

“Penegakan hukum untuk destructive fishing itu sudah penting, kita sudah katakan kita sudah berkomitmen mengenai destructive fishing, tidak ada lagi ampun bagi para pelaku yang kedapatan. Kita dari Perikanan, Pol Air dan dari Lantamal sudah bekerja sama untuk mengatasi destructive fishing ini,” tegasnya.

Penulis : Imran
Editor : Muhammad Idris

Baca Juga  Sejak Tahun 1956, UMI Makassar Pertama Kali Laksanakan Wisuda Secara Virtual Ditengah Pandemi Covid-19
Share.

About Author

Comments are closed.

© Copyright OneSulsel 2017