Batasi Transaksi Jual-Beli, Disperdanstri Gowa Berlakukan Sistem Gilir Tempat Bagi Pedagang di Pasar

0

Onesulsel.id, Gowa — Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa akan melakukan waktu pembagian tempat para pedagang yang berjualan di pasar selama pandemi Covid-19.

Cara tersebut ditempuh agar supaya pedagang yang melakukan transaksi jual-beli di pasar dapat menerapkan protokol kesehatan mengingat banyak kasus kejadian pasien positif Covid-19 berasal dari cluster pasar disejumlah daerah di tanah air.


Kepala Disperdanstri Kab. Gowa, Andi Sura Suaib saat dikonfirmasi mengatakan bahwa sistem pembagian waktu pindah tempat dilakukan agar pedagang yang melakukan transaksi jual-beli didalam pasar dapat tertib untuk menjaga jaraknya antara pedagang satu dengan lainnya yang akan diberlakukan diseluru pasar di Gowa.

” Sebagai langkah awal akan digilir waktu penjualan untuk pedagang, misalnya, ini hari sisi kiri,besok semua sebelah kanan untuk mengdisiplinkan pedagang dengan tetap jaga jarak dalam melakukan transaksi jualbeli, kita akan terapkan sistem ini dalam waktu dekat, ” ujarnya saat dikonfirmasi Onesulsel.id via whatsapp, Sabtu (26/06/2020).

Selain itu, lanjutnya pihaknya akan memberikan surat pernyataan kepada pedagang jika 3 kali tak menggunakan masker, maka jualannya akan ditutup selama 2 minggu.

” Jika 3 kali mendapatkan teguran tak pakai masker, maka tempat jualannya akan ditutup selama 2 minggu sebagai bentuk dukungan terhadap Peraturan Bupati Gowa nomor 25 tahun 2020 tentang wajib masker,” tegasnya.

Sekedar diketahui, sekitar 46 pasar di kabupaten Gowa , 31 diantaranya dikelolah oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gowa dan 15 lainnya dikelolah oleh desa.

Perbup Wajib Masker

Sebelumnya diberitakan Pemkab Gowa terus melakukan upaya dalam rangka penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa.

Pemkab Gowa mengeluarkan kebijakan baru melalui Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2020 tentang kewajiban menggunakan masker dalam pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Dalam Perbup ini mewajibkan setiap orang yang melakukan aktifitas di luar rumah untuk menggunakan masker.

Perbup mewajibkan setiap pelaku usaha, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga swasta, kepala desa dan perangkat desa wajib membuat dan memasang tanda atau peringatan menggunakan masker, memberikan teguran dan peringatan kewajiban menggunakan masker tidak memperkenankan pengunjung masuk di tempat kerja apabila tidak menggunakan masker.

Selain itu, Perbup Wajib Masker ini juga berlaku pada pelaksanaan kegiatan di rumah ibadah, pasar, toko, rumah makan dan fasilitas umum lainnya. Bagi masyarakat dan Aparat Sipil Negara (ASN) yang melanggar akan mendapatkan sanksi pembinaan.

Penulis : Imran

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017