Berikan Pertolongan Gawat Darurat, IndoHCF Luncurkan Aplikasi KREKI 119

0

Onesulsel.id, Jakarta — Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) meluncurkan aplikasi KREKI-119 atau Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI). Komunitas ini berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan seseorang memberikan sekaligus mendapatkan pertolongan dan penanganan gawat darurat secara cepat dan tepat, di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Sabtu (31/8).

KREKI dibangun guna mendukung program Sistem Penanggulan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dalam rangka meningkatkan mutu dan kecepatan pertolongan pertama terhadap penanganan gawat darurat. KREKI sendiri merupakan akronim dari semangat yang melandasi pendirian komunitas tersebut yakni Kompeten, Responsif, Empati, Komunikatif, dan Inovatif.


Ketua Umum IndoHCF, Dr. dr. Supriyantoro mengatakan bahwa pembentukan komunitas KREKI tersebut memberikan pelayanan dalam kondisi gawat darurat.

“Waktu menjadi unsur terpenting dalam kondisi gawat darurat. Bayangkan jika dalam kondisi tersebut orang itu tidak ditangani secara cepat dan tepat. Yang seharusnya bisa selamat, justru malah memperparah kondisi korban atau bahkan meninggal dunia. Inilah yang melatarbelakangi pembentukan komunitas ini,” ujarnya.

Supriyantoro mengatakan, peristiwa gawat darurat seperti kecelakaan, penyakit akibat gaya hidup tidak sehat, atau bencana alam bisa terjadi pada siapa pun, kapan pun, dan dimana pun. Menurutnya, keadaan-keadaan tersebut membutuhkan penanganan yang tepat dan akurat agar tidak berakibat pada kecacatan permanen atau kematian.

Guna semakin memperluas jangkauan layanan KREKI, IndoHCF membangun aplikasi “KREKI-119” yang bisa diunduh melalui Google Playstore. Dengan aplikasi tersebut memungkinkan korban atau orang terdekat mendapatkan pertolongan pertama dari relawan yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan PSC-119 atau dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk mengevakuasi dan merawat korban.

Komunitas yang didirikan 5 Desember 2018 ini terdiri dari berbagai unsur di masyarakat baik individu maupun komunitas. Untuk menjadi relawan, maka orang tersebut minimal telah mendapatkan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) singkat tentang bagaimana teknik menolong orang dalam kondisi gawa darurat seperti henti jantung, tersedak benda asing, tersengat petir dan listrik, tenggelam, cara mengangkut korban, pembidaian, dan lain sebagainya. Pelatihan tersebut bisa diselenggarakan oleh KREKI sendiri ataupun organisasi maupun institusi yang berkompeten.

Penulis : Imran

Baca Juga  Sosialisasi 4 Pilar di Unhas, Anggota DPD RI Lily Amelia Sampaikan Hal Ini !
Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017