Buruh Siap Gugat UMK Kota Makassar

0

onesulsel.id — Surat rekomendasi pengupahan Kota Makassar yang akan diajukan ke Gubernur Sulsel untuk disahkan telah dikeluarkan, buruh akan menggugat jika disahkan.

Dalam rekomendasi tersebut pemerintah kota mengusulkan nominal upah buruh yakni Rp. 2.722.642. Menurut Ketua Federasi Serikat Buruh Kamiparho, Andi Kurniawan menyatakan bahwa hal tersebut tidak sesuai dan menabrak undang undang No. 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan dan penataan upah.


“Pemerintah Kota Makassar hanya menetapkan upah berdasarkan PP. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan yakni sebesar 8,71%, keputusan tersebut sangatlah tidak berpihak kepada kepentingn buruh, namun hanya berpihak pada kepenting pemodal atau kapitalisme,” tegas Kurniawan.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi tolak ukur kegagalan pemerintah Kota Makassar jika usulan tersebut disahkan.


Keluarnya surat rekomendasi tersebut menurutnya pemerintah kota melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar menunjukkan ketidak berpihakannya kepada buruh, padahal saat sidang pengupahan, empat wakil buruh di dewan pengupahan sudah menyatakan tidak menerima dan memilih untuk meninggalkan sidang namun tetap saja rekomendasi tersebut dikeluarkan.

“Hal ini jelas menabrak undang undang No.13 Tahun 2003, seharusnya pemerintah Kota Makassar mempertimbangkan kebutuhan hidup layak dan pertumbuhan ekonomi daerah dan inflasi sebesar 11, 6%,” jelas Ketua Federasi Serikat Buruh Kamiparho ini.

“Kami hanya meminta untuk menetapkan upah minimal berdasarkan pertumbuhan ekonomi daerah dan inflasi 11,6%,  jika tidak kami akan melakukan aksi besar besaran dan akan menggugat di Pengadilan Tata Usaha Negara,” tambahnya.

Editor : Muhammad Idris

Baca Juga  Lawan Penyebaran Covid 19, PT. Bosowa Berlian Motor Berikan Mesin Desifektan Ke Dishub Sulsel
Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017