Cuci Tangan Dengan Sabun Antiseptik Ternyata Membuat Anda Lebih Mudah Sakit

0

Onesulsel.id — Mencuci tangan dengan bilasan air dan sabun diyakini adalah cara terbaik untuk membunuh kuman penyebab penyakit. Saat ini, banyak dari kita seringkali menggunakan sabun cuci tangan antiseptik. Meski diklaim ampuh untuk melawan kuman dan bakteri penyebab penyakit, cuci tangan pakai sabun antiseptik ternyata justru membuat kita lebih mudah jatuh sakit.

Dilansir dari hellosehat.com, sabun cuci tangan antiseptik yang mengandung triclosan memang benar dapat mengurangi risiko infeksi yang disebabkan oleh kuman, virus, atau parasit berbahaya lainnya. Namun penggunaan produk antiseptik sebenarnya hanya diperuntukkan bagi kalangan terbatas.


Sabun antiseptik lebih ditujukan bagi tim dokter sebelum dan sesudah melakukan prosedur operasi atau pembedahan tertentu. Sabun antiseptik juga lebih dikhususkan bagi orang-orang yang bekerja di area yang berisiko tinggi terhadap penularan penyakit, contoh area epidemik penyakit menular, rumah sakit, hingga penjara.

Di luar penggunaan ini, kandungan triclosan dalam produk antiseptik untuk kalangan umum sangat tidak disarankan. Triclosan adalah bahan kimia aktif yang awalnya digunakan sebagai pestisida atau pembunuh hama pada tahun 1960-an. Paparan kandungan triclosan dalam jangka panjang dikhawatirkan akan menimbulkan risiko tertentu yang berbahaya bagi manusia.


Beberapa negara di Eropa telah melarang penggunaan triclosan dalam sabun cuci tangan, sabun badan, atau hand sanitizer yang dijual secara bebas di pasaran. Amerika Serikat juga baru-baru ini mengeluarkan larangan penggunaan kandungan triclosan dalam berbagai produk. Di Indonesia sendiri belum ada aturan yang jelas tentang pemanfaatan zat aktif ini sehingga Anda masih bisa menemukan berbagai produk dengan kandungan triclosan.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makan di Amerika Serikat (FDA), pemakaian sabun cuci tangan yang mengandung triclosan dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Banyak pakar kesehatan dunia percaya bahwa paparan triklosan yang terlalu sering dalam jangka panjang akan merusak keseimbangan bateri baik di kulit dan menyebabkan bakteri jahat menjadi kebal terhadap agen antibakteri lainnya yang mirip, meskipun belum pernah terpapar sebelumnya.

Triclosan benar bekerja membunuh bakteri dengan cara menghancurkan enzim yang membantu bakteri membelah diri, sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak dan kemudian mati. Namun, bakteri dapat mengembangkan mekanisme pertahanan diri dengan cara bermutasi, yang dapat menghentikan efek triclosan dalam menghancurkan DNA bakteri, sehingga bakteri tersebut menjadi resisten terhadap triclosan.

Bahaya triclosan lainnya yang paling menjadi perhatian kalangan medis adalah risiko gangguan hormon. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Toxicological Science mengungkapkan bahwa di dalam tubuh, triclosan akan terperangkap dalam sel dan darah. Sebagai akibatnya, kandungan triclosan akan mengganggu sistem endokrin. Sistem inilah yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan hormon estrogen dan tiroid dalam tubuh.

Gangguan terhadap kedua hormon tersebut berisiko menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan Anda, misalnya pada daya tahan tubuh, kesuburan, kehamilan, bahkan tumbuhnya sel kanker. Sejauh ini memang penelitian yang dilaksanakan baru dilakukan pada subjek binatang lab, bukan manusia. Akan tetapi, Anda sebaiknya tetap berhati-hati terhadap kemungkinan tersebut. Sabun cuci tangan triclosan juga diduga kuat meningkatkan risiko Anda mengalami eksim. Gejala yang muncul berupa gatal, kemerahan, iritasi hingga kulit terkelupas.

Penulis : Ilham
Editor : Refiqa

Baca Juga  MUI: Salat Jumat Ditiadakan, Wagub Sulsel Ikuti Imbauan MUI Demi Kemaslahatan Bersama
Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017