Dalam 3 Kuartal, Bank BUMN Mencatat Keuntungan Mencapai Rp.52,5 Triliun

0

Onesulsel.id — Empat Bank BUMN mencatat pembukuan laba bersih konsolidasi dalam sembilan bulan pertama tahun 2017 mencapai Rp52,5 trilun. Keuntungan tersebut tercatat naik 18,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YOY) sebesar Rp44,23 triliun. 

Kenaikan laba tersebut antara lain didorong oleh penyaluran kredit yang tumbuh membaik dibandingkan industri. Dari keempat bank tersebut, hanya BRI yang membukukan kredit di bawah 10 persen atau 9,8 persen menjadi Rp682,6 triliun. Adapun, penyaluran kredit perbankan per Agustus hanya tumbuh 8,4 persen (YOY).


Penyaluran kredit tersebut mendorong pendapatan bunga bersih pada BRI dan BTN pada kisaran 12 persen. Hingga september, pendapatan bunga bersih BRI naik dari Rp49,27 triliun menjadi Rp55,13 triliun. Pendapatan bunga bersih BTN naik dari Rp12,82 triliun menjadi Rp13,43 triliun. 

Bank Mandiri mencatat pendapatan bunga bersih hanya naik 4,3 persen menjadi Rp59,31 triliun, sedangkan BNI naik 7,5 persen menjadi Rp23,51 triliun. Pertumbuhan pendapatan bunga bersih Bank Mandiri dan BNI terbilang rendah karena margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) kedua bank tersebut turun cukup dalam pada kuartal ketiga tahun ini. NIM Bank Mandiri turun dari 6,53 persen pada kuartal III 2016 menjadi 5,68 persen. NIM BNI turun dari 6,2 persen menjadi 5,5 persen. 

Sementara itu, NIM BRI turun tipis dari 8,24 persen menjadi 8,13 persen dan NIM BTN turun dari 4,59 persen menjadi 4,49 persen. 

Kendati membukukan pendapatan bunga masih tinggi, laba BRI memang tumbuh paling rendah akibat tambahan biaya pencadangan yang dikeluarkan perseroan untuk menghadapi kredit bermasalah (Non Peforming Loan/NPL). BRI hingga kuartal ketiga tahun ini menambah biaya pencadangan Rp15,45 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu Rp11,2 triliun. Padahal, NPL kotor (gross) perseroan hanya naik tipis dari 2,22 persen menjadi 2,23 persen. 

Bank Mandiri justru menurunkan tambahan biaya pencadangan dari Rp15,91 persen pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp12,22 triliun. Padahal, NPL gross perseroan tak turun cukup signifikan atau hanya turun dari 3,81 persen menjadi 3,71 persen. 

Hal sama juga dilakukan BNI dengan menurunkan tambahan biaya pencadangan dari Rp6,33 triliun menjadi Rp4,81 triliun. Penurunan tambahan biaya pencadangan ini yang menjadi salah satu pendorong utama kenaikan laba kedua bank BUMN tersebut. 

BNI optimis, hingga akhir tahun ini, dapat membukukan pertumbuhan laba bersih dikisaran 30 persen. Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo mengaku proyeksi laba tersebut dapat tercapai sepanjang kredit perseroan bisa tumbuh di kisaran 13-14 persen hingga akhir tahun.

Selain ditunjang oleh penyaluran kredit dan penurunan biaya pencadangan, laba bank-bank BUMN juga didorong oleh pendapatan nonbunga. Bank Mandiri misalnya, mencatatkan kenaikan pendapatan nonbunga sebesar 18,4 persen (YOY) menjadi Rp16,84 triliun. 

BTN mencatat pendapatan nonbunga hingga September naik 35,5 persen menjadi Rp1,21 triliun. Sementara BNI dan BRI mencatat pendapatan nonbunga masing-masing tumbuh 15,1 persen dan 11,5 persen.

Berikut Kinerja Bank BUMN 3 Kuartal (dalam triliun) :

Editor : Refiqa

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017