Ekspor Kepiting Bakau Mencapai Nilai 6,2 M

0

Onesulsel.id, Makassar — Volume lalu lintas Kepiting Bakau dalam kurun waktu 3 tahun terakhir yakni sejak 2015 mengalami peningkatan yang cukup signifikan rata-rata sebesar 20,4% setiap tahunnya dengan nilai peningkatan rata-rata mencapai Rp. 6,2 milyar. Selasa (27/2/2018).


Volume lalu lintas Kepiting Bakau ini masing-masing didominasi oleh pasar domestik sebesar 65,2% dengan tujuan utama adalah Jakarta dan Denpasar. Persentase pasar ekspor sebesar 31,3% dengan tujuan utama adalah China, Singapura dan Malaysia. Sedangkan kontribusi domestik masuk tidak signifikan dengan prosentase hanya sebesar 3,5% yang berasal dari Kendari, Ambon, Balikpapan, Jayapura, Sorong dan Mimika.

Menurut Kepala BKIPM Makassar, Sitti Chadidjah, fluktuasi volume lalu lintas sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar.

Baca Juga  GIIAS Resmi di Helat, Soni Sumarsono : GIIAS Mampu Wujudkan Iklim Ekonomi yang Positif

“Untuk saat ini permintaan terbesar justru berasal dari pasar domestik. Hal ini disebabkan karena permintaan pasar ekspor yang sangat tinggi, khususnya ke Fuzhou dan Guangzhou, China, tidak didukung dengan tersedianya koneksi penerbangan langsung, sehingga Kepiting Bakau harus dilalu lintaskan ke Jakarta terlebih dahulu. Adapun tren peningkatan volume lalu lintas yang sangat signifikan pada bulan Januari setiap tahunnya, disebabkan adanya perayaan Imlek di area tujuan pengiriman”. Jelasnya.

Penulis: Hikma Ahyudin

Editor : Muhammad Idris

 

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017