Guru Jaman Now : Lahirkanlah Regenerasi ‘Quantum’ Bukan Fokus Pada Sains

0

Onesulsel.id, Makassar — Kemajuan suatu Bangsa dapat dilihat dari kualitas Sumber Daya Manusia. Dimana Pendidikan adalah hal yang paling mendasar bagi suatu bangsa. Harkat dan martabatnya tergantung kondisi pendidikannya. Oleh karena itu, pendidikan suatu bangsa dapat menentukan karakter, sikap dan perilakunya ketika berhadapan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Pendidikan sangatlah penting dalam pembangunan suatu bangsa, karena dengan pendidikan maka bangsa tersebut tidak mudah dijajah oleh bangsa lain.

Pendidikan sebagai alat pencapaian kemajuan-kemajuan serta perkembangan-perkembangan yang dapat membawanya mewujudkan cita-cita bangsa, dan dengan pendidikan juga, suatu bangsa akan mengejar ketertinggalannya dari bangsa-bangsa lain di dunia.


Dalam konteks Indonesia, untuk mewujudkan cita-cita bangsa diperlukan pandangan-pandangan yang menuntut perubahan mendasar dari pola pendidikan yang ada selama ini. Pandangan yang saat ini menjadi perhatian banyak pihak adalah Revolusi Mental, dimana mental itu berkaitan dengan pikiran (mind). Mentalitas berkaitan dengan cara berpikir yang sudah menjadi kebiasaan berpikir, dan suatu kebiasaan (habit) pada umunya terbentuk lewat pembiasaan.

Mentalitas dapat diubah dengan cara melakukan inovasi pendidikan dan perubahan pada kebiasaan. Dalam dunia pendidikan, revolusi mental ditekankan pada pembentukan karakter serta pengembangan kepribadian yang dapat membentuk jati diri bangsa. Maka tidaklah berlebihan bila kita menyebut guru adalah kunci revolusi mental.


Revolusi mental memang harus dimulai dari dunia pendidikan dan secara simultan berjalan di bidang-bidang lainnya. Mengapa dunia pendidikan? Karena paling tidak selama 18 tahun waktu anak manusia dihabiskan di bangku pendidikan, mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Untuk itu tanggungjawab seorang guru semakin bertambah untuk ikut membentuk jati diri bangsa melalui peserta didiknya.

Hal ini didasari pada asumsi bahwa di sepanjang kehidupannya, manusia akan selalu dihadapkan pada masalah-masalah, rintangan-rintangan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan ini. Prinsip belajar sepanjang hayat ini sejalan dengan empat pilar pendidikan universal, yaitu: (1) learning to know, yang berarti juga learning to learn; (2) learning to do; (3) learning to be, dan (4) learning to live together

Perhatian pemerintah sudah sangat istimewa pada guru, dengan adanya sertifikasi guru itu bukan sekedar tunjangan akan tetapi ketukan hati nurani para guru untuk meningkatkan kompetensinya, sehingga mampu melahirkan regenerasi yang terdidik bukan hanya pengajaran yang berdasar pada buku akan tetapi sarat akan makna pendidikan yang sesungguhnya tercapai.

Wahai para guru !!! Lahirkanlah regenerasi ‘Quantum‘ bukan fokus pada sains.

Selamat Hari Guru Nasional
25 November 2017.

Penulis : Nesta (Pemerhati Pendidikan)

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017