Harga Telur Tidak Naik, Melompat

0

Onesulsel.id, Makassar — “Harga telur tidak naik, melompat” kurang lebih seperti itu tanggapan Nursiah, salah satu penjual telur di Pasar Panakkukang. Kenaikan telur yang terjadi dihampir seluruh pasar yang berada di Makassar ini sontak membuat semua orang berkomentar tidak hanya pembeli bahkan dari kalangan penjual.

Kenaikan telur belakangan ini mencapai Rp.42.000 per raknya, setelah sebelumnya hanya berkisar Rp. 30.000 sampai Rp.35.000 per rak.


Menurut Nursiah, jika selama ini bisa menjual 20 rak perhari, dengan melonjaknya harga telur menyebabkan penjualan setiap harinya menurun drastis yakni sekitar 50 persen dari jumlah penjualan dihari biasa.



“Sebelum naik harga, telur bisa laku 20 rak perharinya, sekarang cuma bisa terjual 10 rak”
terang Nursiah.

Nursiah menambahkan, kenaikan telur yang berlangsung sejak dua hari ini disebabkan momen maulid yang pada tanggal 1 mendatang akan dilaksanakan oleh sebagian besar umat islam.

“Tanggal 1 Desember maulid, makanya naik harga telur. Itupun bukan kami yang kasi naik tetapi pengecer, kami cuma untung Rp.2.000/raknya, belum lagi kalau pecah telurnya.” Tambahnya

Maimunah, salah seorang pembeli mengatakan bahwa harga telur saat ini sangat mahal, meskipun begitu ia harus beli.

“Sekarang harga telur mahal sekali dibanding yang lalu, tapi saya harus beli telur karena saya jualan nasi kuning, padahal harga nasi kuningnya masih tetap,” keluhnya.

Penulis: Hikma Ahyuddin
Editor : Muhammad Idris

Baca Juga  Bantu Warga Prasejahtera Terdampak Covid-19, Baznas Makassar Telah Salurkan ZIS Sebesar Rp 1,73 Milyar
Share.

About Author

Comments are closed.

© Copyright OneSulsel 2017