Indonesia Targetkan Ekspor 4 Juta Ton Jagung ke Malaysia dan Filipina

0

Onesulsel.id — Pemerintah menarget akan melakukan ekspor 4 juta ton jagung ke Malaysia dan Filipina tahun depan. Peningkatan produksi akan dilakukan dengan penanaman besar-besaran di daerah perbatasan.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, lahan tambah tanam (LTT) jagung bakal mencapai 2 juta hektare pada 2018.


Menurut Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pertanian, produksi jagung nasional mencapai 28 juta ton pada tahun ini. Jumlah kebutuhan konsumsi jagung dalam negeri mencapai 22 juta ton untuk konsumsi pangan dan pakan. “Jagung sudah masuk ke urutan ke-7 produsen terbesar dunia,” ujar Amran Sulaiman.

Strategi yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman adalah rainwater harvesting system seperti embung, cold storage, dan sumur dalam. Pembangunannya ditujukan untuk mengejar indeks pertanaman.


Produktivitas 1 hektare lahan Indonesia masih menghasilkan hanya 5,5 ton. Padahal, potensinya bisa mencapai 10 ton tiap hektare.

Selain jagung, pemerintah juga akan mengekspor beras ke Malaysia. Mesin pengering pun disiapkan untuk menjaga potensi harga jatuh pada masa panen di bulan Februari.

Kepala Pusdatin Kementan Suwandi mengungkapkan potensi ekspor beras tahun 2018 mencapai 500 ribu ton beras. Namun, realisasi ekspornya masih tergantung kesepakatan bilateral dengan negara tujuan.

Ia juga menyebut harga jual beras ke Malaysia juga masih tinggi dengan harga mencapai Rp 9 ribu per kilogram. Penyebabnya, tipe beras yang diekspor juga sebagian besar dalam bentuk beras organik, namun ada juga beras konsumsi.

Editor : Refiqa

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017