Ini Penyebab Hoax Subur di Indonesia

0

Onesulsel.id — Suharjo Nugroho, Ketua Asosiasi Perusahaan Public Relation Indonesia (APPRI) mengatakan ada korelasi antara suburnya “hoax” (berita palsu) di Tanah Air dengan rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia. 

“Kenapa ‘hoax’ laku di Indonesia, menurut saya ada dua. Pertama data dari Unesco menyebutkan minat baca di Indonesia itu 0,001 artinya satu orang dari 1.000 orang yang baca buku, sedikit banget,” kata Suharjo.



Berikutnya dari hasil studi Most Litered Nation in the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu Indonesia menduduki rangking ke 60 dari 61 negara paling rendah minat bacannya. Indonesia berada persis di bawah Thailand (59) dan di atas Bostawa, Afrika (61).

Kemudian, pengguna gadged di Indonesia mencapai 60 juta, urutan kelima terbesar di dunia. Tahun depan jumlahnya diperkirakan akan naik menjadi 100 juta, dan akan menjadi rangking keempat di dunia.

“Masyarakat Indonesia itu menatap layar telepon genggam bisa berjam-jam. Menatap layar bisa lebih lama dari pada menatap pasangan sendiri,” katanya. 

Studi lain juga menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia paling cerewet di dunia maya. Urutan kelima dalam nge-twett pesan di sosial media, yang juga lebih banyak dari kebiasaan curhat di sosial media. 

“Bayangkan orang yang ga suka baca menatap gadget sembilan jam sehari, ya jadinya isinya hoax semua. Jadi kalau ga baca hoax ya nyebarin hoax,” ungkapnya. 

Hasil studi lainnya menyebutkan minat baca rendah tidak hanya terjadi pada orang yang berpendidikan rendah. Bahkan orang yang berpendidikan tinggi, juga ikut menyebarkan hoax dan kena “hoax” juga. “Orang lebih banyak mengikuti sosial media lambe turah ketimbang kompas atau berita edukatif atau hal yang bermanfaat lainnya,” kata Suharjo. 

Menurutnya, warga negara luar heran dengan peredaran “hoax” di Indonesia, karena di beberapa negara “hoax” tidak bisa beredar. Di Jepang tidak boleh menyebarkan hoax, di Tiongkok akan kena tembak, karena negara Komunis, sedangkan di Filipina, orang yang menyebarkan hoax akan hilang entah kemana.

“Kalau di negara luar yang menyebarkan hoax adalah pemerintahnya, di Indonesia semua orang menyebarkan hoax,” ujar Suharjo. 

Editor : Refiqa

Baca Juga  Jelang Perayaan Hari Valentine, MaRi dan Nipah Mall Akan Gelar Romantic to Remember
Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017