Maddusila Ikut Bicara Soal Pemberhentian Anzar Bate, Sebut Demokrasi di Gowa Mati Suri

0

Raja Gowa, Andi Maddusila Karaeng Idjo ikut bicara soal penggantian Anzar Zaenal Bate sebagai Ketua DPRD Gowa. Ia menilai penjegalan proses penggantian itu merupakan bukti jika demokrasi di Gowa telah mati.

“Kalau Golkar saja bisa dijegal menjalankan aturan partainya, bagaimana dengan partai lain yang kecil-kecil. Ini artinya, Di Gowa ini telah tercipta monarki absolut. Kekuatan yang sangat dominan sehingga mematikan demokrasi,” ujar Maddusila, Senin (21/8/2017).


Monarki absolut itu, kata Maddusila, tercermin dari trias politik yang dikuasai oleh satu kelompok atau satu keluarga saja.

“Bayangkan saja kalau eksekutif sudah dikuasai, lalu legislatif yang idealnya mengontrol eksekutif juga sudah dikuasai. Yudikatif juga hampir begitu. Tidak ada lagi perimbangan kekuatan agar demokrasi bisa berjalan di Gowa. Kasihan kan,” tambahnya.

Maddusila menambahkan, dalam dua dasawarsa terakhir, pemerintahan di Gowa hanya dikuasai oleh satu kelompok saja, sehingga sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi.

“Demokrasi Gowa sedang mati suri. Jadi perlu diselamatkan,” ucapnya.

Diketahui, sebelumnya surat pergantian Ketua DPRD Gowa, Anzar Zainal Bate tidak dibacakan dalam rapat paripurna. Surat tersebut diduga sengaja dihilangkan oleh pihak DPRD.

Baca Juga  Bahas Teluk Bone di FGD, Gubernur NA : Teluk Bone Butuh Perhatian Khusus !!
Share.

About Author

Comments are closed.

© Copyright OneSulsel 2017