PRETTY BOYS

0

PRETTY BOYS
Ketika Harga Diri Jadi Korban Industri Televisi

Oleh Jeri Wongiyanto
Pecinta dan Pengamat Film


TAMPIL di televisi sebagai selebriti dan bintang terkenal yang hidup kaya raya, mungkin menjadi mimpi sebagian orang. Di layar kaca, begitu sempurnanya hidup sang artis, namun perjuangan untuk mendapatkan semua itu tentu tidaklah mudah, bahkan banyak yang harus rela mengorbankan harga dirinya. Sebuah kenyataan yang sungguh banyak terjadi di dunia televisi kita.
Film “Pretty Boys” mencoba mengangkat kisah dibalik industri pertelevisian yang jarang diketahui banyak orang. Film ini sekaligus menyindir dan ‘menampar’ dengan keras para “pemburu rating” yang tak peduli lagi dengan harga diri para bintangnya.

Film ini merupakan debut pertama Tompi sebagai sutradara film layar lebar, serta film pertama untuk duet Desta Mahendra (memerankan Rahmat) dan Vincent Rompas (sebagai Anugrah). Dikisahkan dua sahabat sejak kecil ini, menjalani kehidupan kerasnya kota Jakarta. Bekerja sebagai koki di sebuah kafe kecil, mereka terus berusaha mengejar mimpi untuk menjadi bintang televisi yang terkenal.

Perjuangan mereka untuk menjadi terkenal tentu tidaklah mudah, Anugerah ditentang keras oleh ayahnya Jono (Roy Marten) yang mengganggap dunia hiburan adalah dunia yang buruk, namun bersama Rahmat, Anugerah berambisi untuk membuktikan mereka bisa mewujudkan mimpinya.

Suatu ketika, Rahmat mendapat tawaran menjadi penonton bayaran di sebuah stasiun TV. Sahabatnya Asty (Danilla Riyadi) memberi support agar mereka mau menerima tawaran ini. Benar saja, lewat Roni (Onadio Leonardo) koordinator penonton bayaran, membuka jalan untuk mewujudkan impian mereka. Keberuntungan memang berpihak pada dua sahabat ini hingga akhirnya bisa menjadi host terkenal di acara talk show “Kembang Gula”.

Rahmat dan Anugerah berhasil mewujudkan mimpinya, seketika hidup mereka berubah, konflik batin mulai muncul, Anugerah makin merasa apa yang dijalaninya menghancurkan harga dirinya sendiri, sementara Rahmat sibuk dengan pesta pora dan wanita-wanita cantik. Apakah mereka berdua benar-benar akan menaklukkan dunia televisi?.

Film ini jadi istimewa karena mengangkat tema yang tidak biasa yang jarang diketahui banyak orang. Apalagi diperankan sendiri oleh duet host top Vincent dan Desta. Mereka tentu paham betul suka dukanya hidup dunia pertelevisian. Soal chemistry, keduanya tak usah diragukan lagi, keduanya berperan dengan baik. Imam Darto yang berperan sebagai Mas Bayu, juga menuliskan skenarionya dengan baik. Ada banyak cameo yang akan tampil di film ini, sebagai surprise.

Film ini juga menjadi pembuktian penyanyi “Menghujan Jantungku” Dr Tompi sebagai sutradara. Tompi menyajikan apa adanya dan tidak berlebihan. Suasana syuting dalam studio, sibuknya para kru mempersiapkan acara disajikan dengan baik, juga konflik tentang cinta dan persahabatan digarap cukup menyentuh. “Pretty Boys” adalah sebuah tontonan yang mampu memikat hati sekaligus miris melihat kenyataan tentang dunia televisi kita.

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017