RS Pendidikan Unhas Hadirkan Menteri Amran

0

Onesulsel.id, Makassar — Sebagai salah satu rangkaian Dies Natalis Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin yang ke-8 (2010-2018), panitia pelaksana menggelar acara Seminar Nasional dan Peresmian Produk Pangan dan Nutrisi Sehat Sebagai Dasar Layanan Kesehatan di Rumah Sakit di Aula RS Unhas Lantai 2, Kamis (15/2/2018).

Kegiatan ini menghadirkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Kesehatan yang diwakili Dirjen Kesehatan Masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah Sulsel.


Dalam acara pembukaan seminar tersebut hadir pula Rektor Unhas, Anggota MWA, para Dekan, serta jajaran Manajemen RS Unhas. Puluhan peserta tampak memenuhi ruangan acara.

Baca Juga  Member Rayakan 33 Tahun Kiprah CNI dengan Event Happiness and Productivity

Kegiatan ini dibuka dengan Tari Paduppa sebagai tanda penyambutan bagi tamu terhormat. Agenda acara lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars RS Unhas, pembacaan doa, serta kata sambutan dari Direktur RS Unhas, Kadis Kesehatan yang mewakili Gubernur Sulsel, Rektor Unhas dan Menteri Pertanian RI.

Dalam sambutan pendeknya, Rektor Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan bahwa Rumah Sakit Pendidikan Unhas adalah salah satu yang terbaik di Indonesia dengan memperoleh peringkat A. Rumah sakit Unhas pun menjadi percontohan dalam pengelolaan rumah sakit pendidikan yang ada di tanah air.

Prof. Dwia menambahkan, saat ini Unhas sudah melakukan sinkronikasi pendidikan, pelayanan Kesehatan dan pengembangan ilmu dengan melakukan inovasi produk pangan dan nutrisi gizi. “Unhas jauh dari pusat, di Indonesia Timur, namun kami tetap berusaha melakukan inovasi dan kreasi, untuk melakukan sinkronisasi pendidikan, pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu,” katanya.

Sejalan dengan itu, ketika memberikan sambutan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan pangan. Menurutnya kemajuan pangan dan pertanian mesti dimulai dari kampus. “Yang mahal adalah ide awal, inovasi baru dan adanya di kampus. Pangan ini bisa bangkit harus dari kampus,” kata Amran Sulaiman.

Mentan Amran mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai perubahan kebijakan dan regulasi antara lain; revisi Perpres 172 Tahun 2014 tentang pengadaan benih, pupuk dan pestisida; deregulasi perizinan dan investasi pertanian; pengendalian impor dan mendorong ekspor, serta peningkatan anggaran untuk petani dari 35 persen total pagu anggaran kementerian pertanian di tahun 2014 menjadi 85 persen pada 2018 ini. Amran Sulaiman juga menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan ekspor pada sejumlah produk pangan, seperti jagung, telur, ayam, bawang merah dan lainnya.

Acara pembukaan seminar ini ditutup dengan penandatanganan Prasasti Inovasi Produk Pangan dan Nutrisi oleh Menteri Pertanian, yang didampingi Rektor Unhas, pejabat kampus, serta pimpinan rumah sakit Unhas.

Editor : Muhammad Idris

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017