Sidang Perdana Pembakaran Rumah yang Tewaskan Satu Keluarga

0

Onesulsel.id, Makassar — Kasus pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga berjumlah enam orang anggota keluarga di Makassar Sulawesi Selatan memasuki persidangan. Hari ini, sidang digelar di Pengadilan Negeri Makassar di Jalan R.A Kartini Kecamatan Ujung Pandang Makassar, Rabu 05 Desember 2018.

Sidang dipimpin Imam Supriadi selaku Ketua Majelis Hakim, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar.


Dua tersangka yang juga merupakan eksekutor pembakaran rumah dihadirkan di ruang sidang yakni, Muhammad Ilham Ashari dan Zulkifli Amir.

Atas perbuatan terdakwa diancam pidana  dalam dakwaan primer yaitu  Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati. 

Kedua sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 187 ayat (3) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 338.

Sejumlah keluarga korban pembakaran juga terlihat hadir menyaksikan sidang diantaranya orang tua Ahmad Fahri salah satu korban meninggal.

Orang tua Fahri berharap agar terdakwa diberikan hukuman seberat beratnya, mengingat terdakwa telah menghilangkan nyawan enam orang anggota keluarga.

“Pihak keluarga berharap agar dihukum seberat beratnya,” kata Amir ayah Fahri.

Sebelumnya, pada awal Agustus 2018 terjadi kebakaran di Jalan Tinumbu Kelurahan Panampu Kecamatan Tallo Makassar Sulawesi Selatan. Akibat kebakaran ini satu keluarga yang terdiri dari enam orang anggota keluarga meninggal dunia. Korban meninggal dunia yakni, Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz.

Berdasarkan hasil penyidikan Polisi, rumah sengaja dibakar. Pembakaran itu motifnya adalah persoalan dendam. Salah satu korban diduga berutang kepada salah satu pelaku yang merupak otak utama pembakaran.

Pembakaran terkait hutang piutang hasil penjualan narkoba jenis sabu-sabu. Dimana salah satu korban meninggal dunia yakni Fahri diduga memiliki hutang hasil penjualan narkoba.

Ironisnya otak pembakaran adalah Akbar Daeng Ampuh yang saat itu merupakan Tahanan di Lapas Klas Satu Makassar. Meski berada di dalam penjara Akbar Daeng Ampuh bisa memerintahkan kedua terdakwa untuk mengakhiri nyawa Fahri dengan cara membakar rumah keluarga.

Akbar Daeng Ampuh tidak sampai menjalani persidangan, setelah pada akhir Oktober 2018 lalu, Akbar Daeng Ampuh ditemukan meninggal dunia di dalam tahanan Lapas Klas Satu Makassar. Pihak Kepolisian menyebutkan jika Akbar Daeng Ampuh mengakhiri hidupnya sendiri.

Penulis : M. Adup

Baca Juga  Turun Jalan Peringati Hari HAM Sedunia
Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017