T-CASH Siapkan Strategi Untuk Menjadi Pemain Payment Indonesia di Tahun 2021

0

Onesulsel.id — Ingin terus meningkatkan inklusi keuangan nontunai di masyarakat hampir pasti menjadi alasan yang sering kali digunakan pelaku platform pembayaran elektronik di Indonesia, tak terkecuali bagi T-CASH. Menjelang akhir tahun 2017, produk pembayaran elektronik milik Telkomsel ini mengklaim telah memiliki lebih dari sepuluh juta pengguna terdaftar yang tersebar di 34 provinsi Indonesia.

Pencapaian ini diakui CEO T-CASH, Danu Wicaksana sebagai salah satu pencapaian yang cukup membanggakan bagi T-CASH, apalagi dengan semakin digalakkannya program Gerakan Nasional Non Tunai oleh pemerintah Indonesia.


Oleh karena itu, sebagai langkah untuk terus menjadi pemain yang diperhitungkan di sektor uang elektronik, Danu membeberkan tiga rencana besar T-CASH hingga tahun 2021 mendatang antara lain memperkuat basis pengguna T-CASH mulai dari tahun 2017 hingga tahun 2018, meningkatkan skala dan penawaran produk di tahun 2019-2020, dan menggapai potensi maksimal dan memenangi pasar uang elektronik di tahun 2021.

Untuk strategi di tahun 2017 dan 2018, T-CASH telah mengupayakan hal ini lewat pemenuhan kebutuhan pelanggan di dua segmen berbeda yaitu lifestyle dan mikro. Kebutuhan lifestyle sendiri dipenuhi  lewat peluncuran T-CASH Sticker Tap dan QR Code untuk keperluan bertransaksi secara lebih mudah.


Sedangkan bagi pangsa pasar mikro, T-CASH saat ini sedang menggandeng beberapa lembaga perbankan untuk mengembangkan akses finansial kalangan masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan dari pihak bank (unbanked).


“Ke depannya kami akan meneruskan fokus untuk membangun ekosistem yang lebih solid lagi, baik dari sisi kegunaan produk misalnya transportasi, titik layanan isi dan ambil saldo, serta penambahan variasi layanan finansial seperti asuransi, pinjaman, dan sebagainya” ujar Danu Wicaksana.

Yang menarik, Danu juga menyinggung wacana T-CASH untuk lepas dari Telkomsel dan bergerak menjadi unit bisnis yang independen di masa mendatang.

Hal ini menurutnya perlu dilakukan agar T-CASH dapat bergerak menjadi unit bisnis yang agile dan juga “agnostik”, dalam artian dapat melayani masyarakat tanpa perlu berlangganan sebagai pengguna Telkomsel terlebih dahulu.

Strategi T-CASH untuk melayani ekosistem operator di luar Telkomsel ini rencananya akan dieksekusi paling cepat akhir kuartal pertama di tahun 2018.

Uang pembayaran elektronik berbasis sistem online saat ini masih menjadi salah satu sektor layanan fintech yang terus berkembang di tanah air. Di ranah layanan uang elektronik milik operator telko, T-CASH milik Telkomsel sendiri bersaing dengan PayPro dari Indosat yang sebelumnya dikenal dengan nama Dompetku.

Tak hanya pesaing dari ranah telko, T-CASH sendiri juga berkompetisi dengan layanan GO-PAY milik GO-JEK dan Mandiri E-cash yang  mengakomodasi transaksi e-commerce.

Baca Juga  Perangi Covid-19, Alfamidi Gandeng PMI, IDI dan FTI UMI Gelar Kegiatan Sosial

Editor : Muhammad Idris

 

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017