Tak Memiliki Izin, Tower Provider Penguat Jaringan 4G  Disoal Warga Lakkang Makassar

0

Onesulsel.id, Makassar — Warga di kelurahan Lakkang kota Makassar Sulawesi Selatan mempersoalkan pendirian tower penguat jaringan telekomunikasi 4G milik Telkomsel.

Pasalnya tower tersebut berdiri diatas tanah milik salah seorang warga tanpa memiliki izin dari pihak penender dan pihak provider selain itu juga, tower tersebut berdiri ditengah pemukiman warga.


Menurut pemilik lahan, Abd Haris Gassing mengatakan bahwa banguna tersebut langsung terbangun hingga adanya insiden perkelahian yang berproses hukum.

Abd. Haris menjelaskan beberapa waktu lalu dirinya bersama dengan ahli waris lain pernah menegur dan meminta para pekerja dari pembangunan tower tersebut untuk menghentikan pengerjaan proyek tersebut.

Namun, Justru menjadi malah petaka bagi dirinya dan kedua ahli waris dari lahan itu, kedua adik kandungnya justru mendekam di Mapolsek Tallo atas tuduan tindak pidana pengeroyokan.

Baca Juga  Pererat Tali Silaturahmi Ditengah Pandemi Covid-19, STITEK Balik Diwa Makassar Adakan Halal Bi Halal Secara Virtual

“Pernah kami tegur untuk hentikan itu tapi malah kami ini ahli waris dipidana dan disel di Polsek Tallo selama 6 hari karna dituduh mengeroyok padahal tidak ada pengeroyokan lagian, kami hanya meminta hak kami untuk tidak dibangun itu diatas lahan kami,” ujarnya.

Lanjut kata dia bahwa dari rencana pendirian bangunan tower jaringan penguat 4G milik Provider Telkomsel itu hingga pihak kontraktor tak pernah ada niat baik untk menemui para pemilik ahli waris.

“Ini lahan kami kenapa seenaknya saja membangun tanpa izin dari kami, bahkan batang hidung kontraktor tidak pernah lagi nampak,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Lakkang, Muhammad Suud Arman juga membenarkan bahwa selama ini pihaknya belum pernah memberikan izin pendirian bangunan penguat jaringan 4G milik Provider telkomsel tersebut.

Baca Juga  Pererat Tali Silaturahmi Ditengah Pandemi Covid-19, STITEK Balik Diwa Makassar Adakan Halal Bi Halal Secara Virtual

“Selama ini tidak ada kami beri izin, provider dari tower itu tidak pernah menemui kami untuk meminta izin bangun itu, dia tidak hargai kami sebagai lurah disana tidak minta izin,” ujarnya.

Bangunan tower dari berdiri tak pernah ada pemberitahuan hingga para kontraktor juga meninggalkan lokasi pendirian tower pun tak pernah pamit sehingga ibarat tower itu layaknya Jailangkung.

“Dari izin prinsip, ataupun ganti rugi warga sekitar sama sekali tidak ada dan tidak pernah ada pertemuan sehingga kami yang akan menindaki benar benar tidak tau mau menindaki siapa,” tambahnya.

Penulis : Imran

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017