Transformasi Digital

0

Onesulsel.id, Makassar – Transformasi akhir-akhir ini seakan menjadi trend baru di tengah masyarakat, disampaikan bahwa implikasi dan konsekwensi dari komitmen terhadap transformasi sungguh sangat besar dan tidak main-main.

Transformasi digital yang sangat berhubungan dengan perkembangan technologi pada gilirannya mempengaruhi berbagai sektor kehidupan manusia khususnya di sektor ekonomi, sehingga terjadilah inovasi ekonomi digital. Ketika digitalisasi menjadi sebuah solusi dari sebuah pencapaian bisnis diharapkan juga mampu menyehatkan ekonomi dan sosial di tanah air.


Visi ekonomi digital
Perkembangan technologi menuntut generasi di zamannya, untuk bisa menyesuaikan diri dgn situasi saat itu. Bagi yang telat paham maka Konsekwensinya menjadi seorang gagap technologi menjangkiti. Pemerintah Indonesia di era Presiden Joko Widodo saat ini memiliki sebuah visi besar dalam sektor ekonomi digital. Bagaimana tidak, Presiden Jokowi menargetkan Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada 2020, dengan proyeksi nilai transaksi e-commerce mencapai 130 juta US Dollar pada tahun 2020.

Meskipun visi ini terkesan ambisius, namun Pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam mencanangkan target ini. Salah satu alasan yang kuat adalah melihat fakta bahwa perilaku masyarakat Indonesia sangat berorientasi digital. Data dari Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) serta We Are Social menyebutkan bahwa pengguna internet Indonesia berada di kisaran 52%, dan sebagian besar diantaranya mengakses internet secara mobile selama 4 jam per hari. Lebih jauh, saat ini terdapat 370 juta kartu SIM aktif di Indonesia, jauh lebih besar dari populasi Indonesia yang sudah hampir mencapai 270 juta penduduk.

E-commerce di bidang Perdagangan
Sektor ini semakin berkembang pesat dengan semakin banyaknya fasilitas yang mempermudah jual beli ditambah lagi dengan adanya era ekonomi digital. Lahirnya e-commerce, e-bussiness, e-banking, dan fasilitas lainnya dapat meningkatkan efisiensi perdagangan. Tak cukup sampai disitu, dengan adanya ASEAN Economic Community (AEC) dan perjanjian perdagangan bebas lain juga turut mendukung perkembangan sektor perdagangan yang mampu memperluas wilayah jangkauan pemasaran.

Munculnya fenomena e-commerce transportasi berbasis online telah menandakan hadirnya aktivitas ekonomi berbasis digital di Indonesia. Aktivitas ekonomi dengan metode manual dan tradisional satu per satu berganti menjadi ekonomi digital yang serba instan dan transparan. Sejatinya, ekonomi digital merupakan sebuah dampak dari penerapan teknologi informasi terhadap kegiatan ekonomi. Terkadang ekonomi digital ini sering didefinisikan sama seperti industrialisasi dan mekanisasi, namun pada kenyataannya ekonomi digital lebih menitikberatkan pada transaksi visual yang dapat dilakukan melalui internet.

Smart Digital Banking
Berkaca pada perkembangan tren selama lima tahun silam, digitalisasi perbankan adalah sesuatu yang tak terelakkan. Kini semakin banyak orang yang melakukan kegiatanekonomi melalui digital maupun mobile platform. Era digital mengubah cara hidup masyarakat dunia, dan menantang dunia perbankan Indonesia untuk berevolusi, dimana bank harus meningkatkan adopsi teknologi dalam strategi bisnisnya agar terus relevan dengan perkembangan zaman. Inovasi perbankan dalam bentuk e-money yang terintegrasi dengan aplikasi di ponsel menjadi pionir dalam layanan keuangan digital Indonesia. Tak hanya menggantikan peran uang tunai, sesuai dengan namanya, Smart Digital Banking. Dimana nasabah bisa mengelola keuangan dengan lebih cermat berkat fitur-fitur praktis di dalamnya.

Berdasarkan penelitian world bank yang dikutip dari global Financial Index 2015, hanya sekitar 36 % dari populasi Indonesia memiliki rekening di lembaga keuangan, sedangkan penggunaan gadget di Indonesia mencapai 95 % dari jumlah penduduk Indonesia.*) Artinya penetrasi teknologi mobile tumbuh jauh lebih signifikan dibandingkan akses terhadap produk perbankan, hal ini menunjukkan kenaikan terhadap keuangan inklusif.

Fenomena yg telah disampaikan hanyalah sebagian dampak dari adanya transformasi digital, sejatinya setiap aspek kehidupan manusia akan mengalami efek akibat adanya transformasi digital. Persoalannya kemudian apakah kita siap atau tidak karena hakikatnya transformasi adalah bagian dari perubahan itu sendiri.

*)Digital-Banking-in Asia

Muhammad Naidin
Digipreneur

Share.

About Author

Comments are closed.

© Copyright OneSulsel 2017