Trend Ekspor Kepiting dan Lobster Indonesia Menurun

0

Onesulsel.id — Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, ekspor kepiting dan lobster Indonesia menurun. (26/12/3017).

Data dari Badan Karantina Ikan Prngendalian Mutu dan Evaluasi Penanganan Pelanggaran Karantina Ikan (BKIMP) menyebutkan bahwa sebelumnya, Indonesia menjadi pemasok kepiting terbesar di Asia timur, kemudian terjadi penurunan dan digantikan oleh Malaysia dan Tailand. Hal ini dibenarkan oleh Rina, kepala BKIMP.


“Dua tahun terakhir ini Indonesia mengalami penurunan terkait ekspor kepiting dan lobster, oleh karenanya peraturan mengenai dilalulintaskanya bibit kepiting dan lobster diperketat”, Ungkapnya.

Data yang sama juga disebutkan oleh badan pusat statistika (BPS) mengenai menurunya ekspor Indonesia salah satunya komoditi laut seperti kepiting dan lobster.



Kemerosotan jumlah ekspor ini disebabkan oleh penyelundupan bibit lobster dan kepiting. Sebelum adanya peraturan mentri pada tahun 2015, bibit lobster bebas untuk dilalulintaskan. Sehubungan dengan semakin ketatnya peraturan yang melarang dilalulintaskanya bibit lobster ini, serta merosotnya ekspor Indonesia terkait kepiting dan lobster menyebabkan semakin maraknya penyelundupan terhadap bibit kepiting dan lobster.

Penyebab penyelundupan yang semakin marak menurut Ibu Rina adalah iming-iming harga yang fantastis.

“Harga beli benih persatuan dibanrol dengan harga Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000, sedangkan di Singapura harganya mencapai 10 doloar atau Rp 120.000”. Jelasya.

Untuk menanggulangi penyelundupan terhadap lobster ini, maka BKIPM hanya membolehkan kepiting seberat 200 gram ke atas untuk dilalulintaskan.

Penulis : Hikma Ahyudin

Baca Juga  Lewat Akun Instgram Mall Ratu Indah, Ummat Muslim Dapat Belajar Hadist dan Riwayat Dari Nabi
Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017