Tumbuhkan Spirit Ekonomi, BI Gagas Program Kemandirian Ekonomi Pesantren

0

Onesulsel.id, Makassar — Sebagai bentuk apresiasi bagi pesantren yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan dan pembentukan sumber daya insani Indonesia, BI (Bank Indonesia) mengadakan penandatanganan Program Kemandirian Ekonomi Pesanten Pada (27/3/2018).

Kegiatan ini merupakan kegiatan berskala nasional BI yang bekerja sama dengan 63 Pesantren di Indonesia. Untuk di Sulsel sendiri, ada tiga pesantren yang diberikan Program Kemandirian Ekonomi yakni Pesantren As’ Adiyah Kabupaten Wajo, Pesantren Darul Da’wah Wal Irsyat Kabupaten Barru dan Pesantren Shohwatul Is’ad Kabupaten Pangkep. Bentuk realisasi program ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan Program Kemandirian Ekonomi Pesantren.


Penandatanganan Pokok-Pokok Kesepakatan Program Kemandirian Ekonomi Pesantren merupakan perwujudan komitmen dan bentuk kesungguhan Bank Indonesia untuk ikut serta menjadi bagian dari pengembangan pesantren di Sulawesi Selatan.

Baca Juga  GIIAS 2019 Sambangi Makassar, Kendaraan Berteknologi Tinggi Bakal Dipamerkan

Bentuk-bentuk kesepakatan ini meliputi seluruh aspek yang berkenaan dengan upaya atau program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren yang dapat direalisasikan melalui pemberian bantuan teknis, baik dalam bentuk pelatihan, pendampingan, maupun fasilitasi atau koordinasi.

Bambang Kusmiarso selaku Direktur Eksekutif BI menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan usaha untuk meningkatkan semangat enterpreneurship.

“Kegiatan ini merupakan bentuk spirit dan pengembangan ekonomi pesantren yang diharapkan kedepannya dapat menumbuhkan semangat entrepreneurship di kalangan santri” tuturnya.

Baca Juga  Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, SADAP Disambut Pasukan Adat Kerajaan Gowa

Bambang Kusmiarso berharap kedepannya ada kontribusi bagi pengembangan ekonomi pesantren.

“Ke depan, kami mengharapkan adanya kontribusi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah dan jajarannya, perbankan syariah, asosiasi pengusaha, serta akademisi. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan ekonomi pesantren, apabila dijalankan dengan sinergi yang tertata, maka tentu dapat memberikan manfaat.” Harapnya.

Penulis : Hikma Ahyudin
Editor : Muhammad Idris

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017