Begini Cara Menteri Sri Mulyani Penuhi Kebutuhan Generasi Millenial

0

Onesulsel.id, Jakarta – Dalam rangka mengakomodir kebutuhan pada generasi Millenial, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat tertentu, seperti pengusaha atau rakyat kecil.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah membangun infrastruktur yang memadai. Dengan adanya konektivitas, pengembangan teknologi yang menjadi kebutuhan generasi milineal dapat dikembangkan. 


“Generasi milenial itu punya tiga karakter. Connected, Confident, and Creativity atau 3C. Jika generasi millenial dikurung dengan regulasi dan menghilangkan 3C itu yang merupakan kekuatan mereka, maka negara menzalimi,” ujarnya, Kamis (26/10/2017).

“Masyarakat harus punya akses listrik. Kalau mereka berada di daerah yang tidak ada fasilitas listrik, maka mereka tidak bisa jadi generasi muda yang memiliki 3C itu,” katanya. 

Hal yang pertama dari 3C adalah dari sisi Connected, pemerintah berupaya membangun jaringan listrik dan internet hingga ke pelesok negeri.

Untuk itu, pemerintah terus membangun infrastruktur agar potensi dari millenial bisa diasah dan menjadi aset bagi negara pada tahun-tahun mendatang.

Yang kedua dari sisi Confident, pemerintah berupaya menekan angka kesenjangan dan kemiskinan. Caranya dengan mencukupi penghasilan masyarakat hingga lapangan pekerjaan. 

Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki kemampuan daya beli, khususnya untuk membeli perangkat komunikasi, misalnya ponsel pintar (smartphone). 

“Jika ada kesenjangan ekonomi tentu akan menghilangkan kesempatan mereka, sehingga tidak memiliki daya beli untuk bisa menikmati itu,” imbuhnya. 

Terakhir, dari sisi creativity, pemerintah berupaya memberikan pendidikan yang layak, sehingga kreativitas diharapkan dapat terasah. Salah satunya dengan menyisihkan sekitar 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan.

Sri Mulyani memperkirakan, bila generasi milenial difasilitasi, bukan tidak mungkin Indonesia bisa bertransformasi menjadi negara yang berorientasi ekonomi dari sumber manusianya, dari yang sebelumnya bergantung pada sumber daya alam.

“Kami lihat apa yang perlu dilakukan, sehingga hak anak Indonesia bisa menjadi Nadiem (CEO Go-Jek) baru. Mereka adalah orang baru yang bisa menciptakan kesempatan kerja dan merealisasikan idenya menjadi produk yang luar biasa dan berarti bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Idris

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017