BKIPM Gelar Harmonisasi Karantina Ikan dan Mutu Hasil Perikanan

0

Onesulsel.id, Makassar — Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar menggelar kegiatan Harmonisasi Karantina Ikan dan Mutu Hasil Perikanan di Hotel Dalton. Kamis (31/5/2018).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Karantina Ikan KKP, Rina beserta instansi terkait dan pelaku usaha perikanan kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan informasi tentang ketentuan dan standar perdagangan internasional kepada eksportir perikanan, menemukenali potensi masalah terkait kasus mutu hasil perikanan serta mensosialisasikan aturan terbaru dari negara mitra.


Dalam sambutannya, Rina selaku Kepala Badan Karantina Ikan KKP menyatakan bahwa dunia dihadapkan pada beberapa isu perikanan global antara lain budidaya perikanan berkelanjutan, keamanan pangan, ketelusuran produk perikanan dan efek lingkungan. Selain itu, adanya dinamika beberapa perkembangan terbaru antara lain ekspor hasil perikanan khususnya udang ke Australia menggunakan sertifikat khusus yang mempersyaratkan hasil uji laboratorium harus negatif untuk penyakit WSSV dan YHV.

“Tren perdagangan dunia sekarang ini untuk sektor perikanan relatif meningkat yang diimbangi dengan semakin tingginya standarisasi dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh negara eksportir. Negara-negara Uni Eropa mempersyaratkan sertifikat hasil tangkapan ikan untuk produk perikanan laut yang diekspor dari Indonesia dan beberapa negara seperti Australia dan Korea telah menotifikasi persyaratan masuk produk udang yang bebas penyakit WSSV dan YHV,” terangnya.

Kepala BKIPM Makassar Sitti Chadidjah dalam kegiatan yang sama juga menyatakan bahwa iklim investasi hasil perikanan di Sulawesi Selatan masih menjanjikan dimana indikatornya adalah jumlah Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Di tahun 2017 ada 86 UPI dan di tahun 2018 ini sampai bulan Mei 2018 telah ada 96 UPI yang teregistrasi. Ini merupakan perkembangan yang cukup signifikan bagi perekonomian Sulsel,” katanya.

Sementara itu, dalam rangka mendekatkan pelayanan publik kepada pengguna jasa, beberapa inovasi telah dilakukan BKIPM Makassar antara lain aplikasi sistem informasi dan registrasi pengambilan sampel berbasis Android yang bisa dioperasikan kapan dan dimanapun oleh pelaku usaha maupun petugas karantina ikan. Keberadaan aplikasi ini diyakini akan memangkas waktu pelayanan dari 1 hari menjadi 0,5 hari.

Penulis : Hikma Ahyuddin
Editor : Muhammad Idris

Baca Juga  Peringati Hari Jadi PMI Ke-74, Alfa Midi Cabang Makassar Kumpulkan 33 Kantong Darah
Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017