HMI Mengecam Tindakan Pemukulan Terhadap Kadernya

0

Onesulsel.id, Makassar — Pengertian mendasar tentang berorganisasi tidak akan terlepas dari sebuah proses kaderisasi didalamnya sebagai bentuk eksistensi. Jika proses kaderisasi HMI dikecam dan dilarang yang mana organisasi tersebut telah banyak memberikan sumbangsih besar terhadap bangsa.

Hal ini dirasakan oleh anggota HMI komisariat UIM Cabang Makassar Timur yang baru-baru ini mendapat intimidasi dan perlakuan kekerasan dari sekelompok mahasiswa di dalam kampus Universitas Islam Makassar (UIM), Selasa (7/11/2017).


Insiden tersebut bermula saat anggota HMI komisariat UIM membagikan selebaran pamflet di kampus sebagai media dalam menginformasikan bahwa akan diadakan basic training (LK 1) yang dalam hal ini adalah bentuk perekrutan calon anggota baru.

Setelah itu salah satu pengurus dari HMI cabang makassar timur yaitu Ardan (sekertaris bidang PTKP) dijemput oleh salah seorang mahasiswa UIM di kontrakannya kemudian di bawa ke kampus dengan alasan beberapa senior ingin berbicara mengenai basic training, tetapi sesampainya dikampus Ardan langsung mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan berupa pengeroyokan yang dilakukan oleh senior kampusnya ditambah intimidasi untuk tidak melakukan kegiatan basic training.

Tidak hanya Ardan, pemukulan juga dialami oleh Firman (Ketua Komisariat HMI UIM) yang saat itu datang ingin melerai tetapi justru mendapatkan perlakuan yang sama.

“Saat itu saya di kontrakan dan tiba-tiba datang teman saya menjemput katanya ada senior yang mau bicara, kemudian saya dibonceng ke kampus, setelah tiba dikampus saya langsung dipukul oleh beberapa orang dan mereka bilang jangan buat basic training disini” ujar Ardan saat ditemui di Polsek Tamalanrea.

Kejadian ini mendapat reaksi dari beberapa pihak, diantaranya adalah HMI Cabang Makassar Timur, HMI Badko Sulselbar serta dari kelompok Cipayung Plus.

Ditemui di Polsek Tamalanrea saat menemani Ardan melapor, Khairul Mulawija, S.M yang juga pengurus HMI Cabang Makassar Timur dari bidang PPPA menjelaskan bahwa hal ini sangat disesalkan apalagi terjadi di wilayah kampus yang notabene adalah tempat kaum intelektual berkumpul.

Menurutnya tak ada yang salah jika HMI melakukan perekrutan anggota, karena itu memang sudah ada didalam konstitusi HMI, tetapi yang sangat disayangkan ketika proses ini harus dicederai oleh beberapa orang yang pemikirannya sangat konyol melakukan tindakan premanisme.

“Ini tak bisa ditoleransi, bukan kali ini saja kader kami di HmI UIM mendapat intimidasi, organisasi kami bukan organisasi terlarang dan ini soal pengkaderan yang tak ada lagi tawar menawarnya, pokoknya kami ingin pelaku cepat ditangkap dan diproses secara hukum.” ujarnya.

Ditambahkan lagi bahwa kader HMI khususnya dari Cabang Makassar Timur jangan terpancing dengan isu-isu provokatif, dan menyerahkan semua kepada kepolisian untuk tindak lanjutnya sembari mengawal proses hukum yang akan berjalan. “Jangan ada misi balas dendam, kita bukan preman yang mengambil tindakan dengan jalur kekerasan, ada hukum yang jelas, kita adalah organisasi pengkaderan yang mengutamakan otak daripada otot” tegasnya.

Adapun kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian dari Polsek Tamalanrea dan sudah dilakukan visum di RSUD Daya terhadap korban dengan hasil ada luka memar dibagian pelipis mata kanan. Selain itu pihak kepolisian telah meminta keterangan saksi yang berada dilokasi kejadian dan telah mengantongi nama-nama pelaku pengeroyokan dan sedang dilakukan pengejaran.

Penulis : Andi Cakra
Editor : Muh. Idris

Baca Juga  Dinilai Cacat Hukum, Forum Orangtua Murid Makassar Pertanyakan Sistem PPDB di SMAN 17 Makassar
Share.

About Author

Comments are closed.

© Copyright OneSulsel 2017