Ini Pelanggaran, Kapal Karam di Perairan Makassar

0

Onesulsel.id, Makassar — Tim pencarian korban kapal karam, mulai dari Basarnas, Polri, TNI, Syahbandar hingga Potensi SAR lainnya masih melakukan pencarian terhadap enam korban kapal karam di Perairan Makassar yang belum ditemukan. Pencarian kembali terhadap enam korban yang dilaporkan hilang dilakukan sejak pagi hingga siang ini, Kamis 14 Juni 2018.

Baca Juga  Peringati Hari Jadi PMI Ke-74, Alfa Midi Cabang Makassar Kumpulkan 33 Kantong Darah

Enam korban yang masih dilaporkan dalam pencarian yakni:


1. Risal 12 tahun

2. Ramlah tahir 4 tahun

3. Khaeriah 50 tahun

4. Dg. Ati 50 tahun

5. Dg. Ngasseng 50 tahun

6. Rusdah 26 Tahun

Tim pencari diantaranya menggunakan KN Antasena, perahu karet hingga kapal dari AL dan Kapal KPLP untuk menyusuri perairan khususnya sekitar lokasi karamnya kapal.

Sementara itu, Pemilik sekaligus nahkoda kapal karam berinisial D masih diperiksa untuk dimintai keterangan. D terancam disangkakan pasal 302 ayat 3 UU Nomor 17 tahun 2018 tentang pelayaran Juncto 359 KUHP tentang kelalaian dengan ancaman 10 tahun penjara.

D terancam 10 tahun karena dari hasil pemeriksaan sementara, D melakukan sejumlah pelanggaran diantaranya berlayar tanpa ijin. Tidak menyiapkan safe jacket, serta melanggar SOP dengan menaikkan penumpang ke atas kapal hingga over kapasitas.

“Pasal yang disangkakan pasal 302 ayat 3 UU nomor 17 tahun 2018 tentang pelayaran Juncto 359 KUHP tentang kelalaian ancaman 10 tahun.

Tersangka ini tidak punya ijin berlayar, melanggar SOP dalam pelayaran seperti ketersediaan pelampung, angkutan melebihi kapasitas dan tidak ada ijin dari Syahbandar juga tidak ada.

Ijinnya tidak ada ijinnya segala macam surat dan berkas juga tidak ada. Kapal untuk angkut barang namun bukan untuk angkut penumpang,” kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Makassar AKP Benny Pornika.

Sebelumnya, sebuah kapal nelayan yang dijadikan sebagai kapal penumpang karam di perairan Makassar, pada Rabu siang kemarin.

Kapal bernama KM Arista dengan panjang sekitar 16 Meter dengan lebar 2,5 Meter karam antara Pulau Khayangan dengan tanggul reklamasi.

Kapal tengah mengangkut puluhan penumpang berangkat dari Pelabuhan Paotere menuju ke Pulau Barrang Lompo.

Dalam perjalanan, kapal yang mengangkut sebagian warga yang baru saja membeli perlengkapan lebaran karam diduga setelah dihantam ombak besar dan angin kencang.

Selain faktor cuaca, kapal juga mengalami over kapasitas. Jumlah penumpang yang sudah ditemukan yakni 37 penumpang terdiri dari 15 korban meninggal dunia dan 22 orang selamat.

Dua korban dalam keadaan meninggal dunia terakhir ditemukan pada pukul 00.40 Wita dini hari tadi. Keduanya perempuan masing-masing Soraya 7 tahun dan Andriani 6 tahun perempuan. Keduanya ditemukan di lokasi kapal tenggelam.

Penulis : M. Adup
Editor : Muhammad Idris

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017