Ini Yang Terjadi Pada Otak Ibu Saat Bayinya Menangis  

0

Onesulsel.id – Seperti diketahui, Seorang Ibu dan bayi merupakan sebuah hubungan yang sangat kuat. Ibu dan anak berbagi perasaan selama 9 bulan ketika ibu mengandung.

Pernahkah Anda bertanya, apa yang terjadi pada otak ibu saat bayinya menangis? Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan, otak seorang Ibu menunjukkan aktivitas yang sama saat mendengar bayinya menangis.

Dalam penelitian tersebut, para ibu baru dari 11 negara secara konsisten mengangkat, menahan, dan berinteraksi dengan bayinya saat mendengar mereka menangis.


Para Ibu yang dilibatkan dalam penelitian ini berasal dari 11 Negara yaitu Argentina, Belgia, Brasil, Kamerun, Prancis, Israel, Italia, Jepang, Kenya, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Penelitian yang dipimpin langsung Kepala Bagian National Institute of Child Health and Human Development, Marc Bornstein, melakukan pemindaian MRI pada otak ibu saat mendengar tangisan bayinya.

“Dalam waktu yang sangat singkat sejak tangisan dimulai, lima detik, mereka lebih suka menggendong atau berbicara dengan bayi mereka,” kata Bornstein. (Dikutip melalui CNN).

Tujuan pemindaian MRI pada otak para ibu adalah untuk menemukan hubungan antara otak dan perilaku. Dari pemindaian MRI tersebut, tim peneliti menemukan tangisan bayi menyebabkan aktifitas otak serupa pada ibu baru atau yang telah membesarkan anak.

Tangisan bayi merangsang area otak yang berhubungan dengan gerakan dan berbicara. Pencitraan MRI menunjukkan suara tangisan bayi juga mengaktifkan daerah yang terlibat dalam produksi atau proses suara.

Robert Froemke, ilmuwan syaraf dari New York University yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut ikut menanggapi temuan ini. “Area otak yang diaktifkan dalam penelitian ini digambarkan sebagai area ‘kesiapan’ atau ‘perencanaan’,” kata Froemke.

“Ada juga aktivasi bagian pendengaran dalam otak yang meluas. Ini masuk akal karena tangisan bayi adalah sebuah alarm,” sambung Froemke.

Froemke sendiri sebelumnya mempelajari tentang oksitosin, hormon yang berperan penting dalam ikatan ibu dan bayi pada tikus. Ia juga memeriksa bagaimana oksitosin membantu membentuk otak ibu untuk merespon kebutuhan sang bayi.

“Pada manusia, seperti penelitian Bornstein di atas, oksitosin dan bahan kimia otak lainnya dapat memperkuat urgensi untuk menanggapi bayi yang menangis,” kata Froemke

“Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang ada mengenai otak ibu (manusia) dengan mengidentifikasi daerah otak yang sensitif terhadap suara tangisan bayi di seluruh budaya,” kata Pilyoung Kim, profesor psikologi dari University of Denver yang juga tidak terlibat dalam penelitian ini.

“Secara keseluruhan, temuan tersebut menunjukkan tanggapan ibu terhadap tangisan bayi terprogram dan dapat digeneralisasikan di seluruh budaya,” tulis peneliti seperti yang dikutip melalui Dailymail, Selasa (24/10/2017).

Editor : Refiqa
Sumber : CNN, www.dailymail.co.uk

Baca Juga  Hadir di Makassar, Brand Kecantikan Jazeera Akan Launching Bulan Maret Hadirkan Artis Dangdut Aty Kodong
Share.

About Author

Comments are closed.

© Copyright OneSulsel 2017