Jenazah Korban Kapal Tenggelam Dibawa ke Pulau Barrang Lompo

0

Onesulse.id, Makassar — Dengan menggunakan Kapal Patroli milik Ditpolair Polda Sulsel, jenazah Ramlah Tahir 4 tahun perempuan dibawa ke Pulau Barrang Lompo Makassar, Sabtu 16 Juni 2018.

Jenazah diberangkatkan melalui pelabuhan Paotere sekitar pukul 14.53 Wita.


Jenazah diberangkatkan bersama keluarga setelah divisum di RS Bhayangkara Makassar Sulawesi Selatan.

Visum dilakukan atas persetujuan keluarga untuk memastikan jenazah adalah satu dari dua korban kapal tenggelam di Perairan Makassar yang hingga saat ini masih dalam pencarian. Setelah dipastikan jenazah adalah Ramlah Tahir, jenazah kemudian dibawa ke Pulau Barrang Lompo kampung halaman dari korban untuk dimakamkan.

Sebelumnya, Jenazah ditemukan sekitar pukul 10. 23 Wita di 2 mil sebelah timur pulau Barrang Lompo atau 4 noticalmile dari Pelabuhan Paotere Makassar.

Baca Juga  Kunjungan Kerja di Makassar, Wapres Jusuf Kalla Resmikan Gedung Radioterapi RSI Faisal

Jenazah pertamakali ditemukan nelayan yang kemudian melapor ke tim SAR. Menerima laporan dari nelayan, tim SAR yang melakukan pencarian di sekitar lokasi menuju ke lokasi laporan.

Dari laut, jenazah dibawa ke Pelabuhan Paotere Makassar menggunakan KN Antasena. Setelah tiba di Pelabuhan Paotere jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk divisum oleh tim DVI Polda Sulsel.

“Atas persetujuan keluarga dilakukan visum, dan setelah dipastikan jenazah dibawa ke Pulau Barrang Lompo,” Kasat Polair Polres Pelabuhan Makassar
AKP I Wayan Suanda.

Dengan ditemukannya 1 korban meninggal dunia hari ini, maka total korban meninggal dunia yakni 17 orang. Sementara 1 orang masih dalam pencarian.

Satu orang masih dalam pencarian yakni, Rusda 40 tahun jenis kelamin perempuan.

Meski tidak ada manifes, namun data yang masuk ke Basarnas didapatkan jika jumlah penumpang di atas kapal yang tenggelam yakni 73 orang. 55 orang selamat, 17 meninggal dunia dan 1 masih dalam pencarian.

Sebelumnya, sebuah kapal yang dijadikan sebagai kapal penumpang karam di perairan Makassar, pada Rabu 13 Juni kemarin.

Kapal bernama KLM Arista dengan panjang sekitar 16 Meter dengan lebar 2,5 Meter karam antara Pulau Khayangan dengan tanggul reklamasi.

Kapal tengah mengangkut puluhan penumpang berangkat dari Pelabuhan Paotere menuju ke Pulau Barrang Lompo.

Dalam perjalanan, kapal yang mengangkut sebagian warga yang baru saja membeli perlengkapan lebaran karam diduga setelah dihantam ombak besar dan angin kencang.

Selain faktor cuaca, kapal juga mengalami kelebihan kapasitas.

Pemilik kapal yang juga merupakan Nahkoda kapal sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Penulis : M. Adup
Editor : Muhammad Idris

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017