Kampanye Digital Sejata Ampuh Kalahkan Petahana

0

Onesulsel.id — Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 tidak lama lagi akan dilaksanakan, sebut saja ada lima wilayah di Indonesia yang cukup ramai dibicarakan pada skala Nasional dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Lima daerah tersebut yakni Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Papua. 

Dengan melihat perkembangan yang ada, incumbent selalu memiliki keunggulan dibanding penantang dalam konteks pemilihan kepala daerah yang akan segera berlangsung secara serentak 2018.


Konsultan Komunikasi Digital, Iwa Muhammad mengatakan ada beberapa keuntungan yang selalu dimiliki oleh incumbent/petahana seperti barisan struktural Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Dinas hingga ke tingkat Kelurahan, media, jaringan hingga akar rumput, mesin politik dapat menjadi keunggulan. Namun ada strategi lain untuk menumbangkan incumbent atau petahana.

“Era teknologi atau digital seperti sekarang ini, cyber space, informasi elektronik dan strategi digital lainnya dapat menjadi kekuatan ampuh untuk menumbangkan petahana,” ujar Iwa.

Kita juga dapat mengambil sebuah pelajaran pada kontesasi Pilkada DKI Jakarta 2017 yang belum lama usai. Pasangan Anies- Sandi berhasil meningkatkan elektabilitas hingga nyaris 50 persen dalam waktu yang relatif singkat. Hal tersebut, dikatakan Iwa Muhammad tidak lepas dari kampanye digital lewat media-media sosial. Namun tentunya gagasan yang disebarkan lewat segala media harus layak serta rasional dan mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.

“Dalam menyampaikan gagasan lewat media sosial, pasangan Anies-Sandi melakukan pendekatan yang menarik dan rasional. Pendekatan rasional idealnya didukung oleh fakta, data akurat dan relevan, menghadirkan solusi, serta mampu mengedukasi publik,” kata Iwa Muhammad yang juga merupakan CEO pt.mks.id perusahaan yang bergerak dibidang IT.

Lebih lanjut, Iwa menjelaskan penyampaian pesan yang dikemas kreatif dan lugas secara psikologis akan memberi pengaruh besar pada pilihan calon pemimpin. Kehadiran sosok baru dengan konsep dan gagasan yang baru serta sentuhan design dan kreatifitas dinilai sebagai alternatif yang menawarkan perubahan selain petahana.

“Pengemasan karakter figur lewat media sosial dapat mempengaruhi pilihan masyarakat. Namun, tentunya informasi mengenai gagasan harus konsisten, kreatif, dan berbeda dari penyajian kampanye yang dilakukan petahana,” Ungkap Iwa.

Sekedar diketahui, saat ini jumlah penduduk Indonesia kurang lebih berada pada angka 261 juta jiwa, hampir 50% dari total jumlah penduduk Indonesia yaitu mencapai 111 juta jiwa pengguna aktif sosial media. Sedangkan yang aktif menggunakan aplikasi pesan instan sebanyak 66 juta jiwa. Terkhusus Sulawesi selatan saat ini jumlah penduduk + 9,458,380 juta jiwa dengan pengguna sosial media aktif telah hampir mencapai 5 juta jiwa.

“Besarnya jumlah pengguna internet dan media sosial turut merubah iklim politik di Indonesia. Penyampaian ide dan gagasan mulai berpindah ke media-media digital. Di media sosial tidak mengenal istilah one man one vote, justru satu orang bisa memiliki kekuatan yang setara dengan puluhan, atau ratusan orang didalam mempengaruhi persepsi publik,” tutup Iwa. 

Editor : Refiqa

Baca Juga  Sejak Tahun 1956, UMI Makassar Pertama Kali Laksanakan Wisuda Secara Virtual Ditengah Pandemi Covid-19
Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017