Kapal Tenggelam, Nahkoda Diminta Keterangan

0

Onesulsel.id, Makassar — Sekitar pukul 19.30 Wita Rabu 13 Juni 2018, delapan korban meninggal dunia atas tragedi kapal karam di perairan Makassar yang sempat dievakuasi ke RS TNI AL Jala Ammari Makassar diserahkan ke pihak keluarga untuk dibawa ke Rumah Duka masing-masing.

Enam jenazah dibawa keluarga ke Pulau Barrang Lompo menggunakan Kapal Patroli Polair Polda Sulsel, satu jenazah dibawa ke Kabupaten Maros dan satu jenazah dibawa ke kawasan Pampang Satu Makassar.


Pelepasan jenazah di RS TNI AL Makassar, disaksikan diantaranya oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan Pejabat Polda Sulawesi Selatan.

Baca Juga  Member Rayakan 33 Tahun Kiprah CNI dengan Event Happiness and Productivity

Sementara itu, satu orang berinisial D yang bertindak sebagai Nahkoda diamankan di Polres Pelabuhan Makassar untuk diperiksa dan diminta keterangan terkait karamnya kapal nelayan yang dijadikan kapal penumpang.

“Untuk nahkoda inisial D, masih diamankan diminta keterangan dulu di Polres Pelabuhan Makassar kondisinya shock karena kejadian tidak mereka sangka,” kata Kabid Humas Polda Sulsel¬†Kombes Polisi Dicky Sondani.

Sebelumnya, sekitar pukul 12.45 Wita siang tadi, sebuah kapal nelayan yang dijadikan kapal penumpang yakni KM Arista karam dan tenggelam antara Pulau Khayangan dengan tanggul reklamasi. Diduga kapal karam dan mengakibatkan 13 penumpang meninggal dunia karena ombak tinggi dan angin kencang.

Kapal berangkat dari Pelabuhan Paotere menuju ke Pulau Barrang Lompo.

Sebagian penumpang membeli persiapan lebaran kemudian kembali ke Pulau Barrang Lompo hingga mengalami insiden.

Penulis : M. Adup
Editor : Muhammad Idris

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017