Peran Influencer dalam Komunikasi Pemasaran melalui Media Sosial di tengah Pandemik Covid-19

0

Di tengah pandemik covid 19 ini pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia untuk berdiam di rumah, menjaga jarak antara individu serta melakukan pola hidup yang sehat dengan sering mencuci tangan, banyak mengkonsumsi buah-buahan dan vitamin serta sering berolahraga di rumah, hal ini diupayakan pemerintah agar mengurangi tingkat penularan virus corona antara satu individu dengan individu lainnya. Dampak yang sangat besar dari mewabahnya virus ini berakibat pada penurunan nilai mata uang Indonesia, perekonomian pun semakin memburuk, beberapa bisnis retail bahkan menutup usahanya, bahkan beberapa pekerja pun nyaris di PHK dan dirumahkan tanpa dibayar.

Kekhawatiran ini akan terus menerus berdampak buruk jika masyarakat Indonesia tidak bisa bekerja sama dengan baik, tercatat sampai dengan tanggal 20 Mei 2020 ada 19.189 orang di Indonesia data tersebut diumumkan oleh Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 pada Rabu Sore, 20 Mei 2020. Sedangkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia pun meningkat menjadi 4.575 orang, dalam sehari dilaporkan sekitar 108 kasus kesembuhan baru.


Namun kita juga bisa melihat upaya dari banyak orang yang serius mengikuti aturan pemerintah dengan melakukan berbagai aktivitas pekerjaan di rumah, hampir sebagian besar perkantoran kecuali yang bergerak di bidang pangan, mereka melakukan Work From Home atau bekerja di rumah, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, sebagian besar perusahaan melakukan meeting via video call dan melakukan semua pekerjaan di rumah mereka masing-masing. Namun tak sedikit pula masyarakat yang masih tidak sadar akan pentingnya work from home dan sosial distancing.

Dalam hal ini banyak Influrncer yang melakukan kegiatan-kegiatan persuasif melalui media sosial, mempengaruhi khalayak pengguna media sosial untuk bisa bekerjasama dengan program pemerintah dalam rangka mengurangi penularan corona virus ini, serta beberapa perusahaan juga sudah menerapkan sistem delivery order dan sistem belanja online untuk produk-produk yang mereka jual, dalam hal ini influencer marketing atau endorser sebuah produk sangat berperan penting ditengah wabah yang melanda negeri. Mereka menyampaikan pesan-pesan persuasif untuk mengajak masyarakat agar beridam dirumah serta menjadikan ini sebagai peluang bisnis bagi mereka sebagai seorang influencer dalam memasarkan produk dan membuka banyak tawaran kerjasama bersama pemegang merek dagang.

Pesan-pesan persuasif yang dilakukan oleh para influencer dimasukan kedalam konten yang mereka buat yang ditujukan untuk membentuk, memperkuat dan merubah respon dari pengikut mereka di media sosial, apa yang dilakukan para influencer tersebut sangat mengarah kepada komunikasi persuasif dimana influencer membentuk sebuah pesan dengan menyisipkan himbauan kepada followers mereka mengenai pentingnya berpola hidup sehat, melakukan social distancing dan stay at home yang dirangkum dalam sebuah konten menarik serta diunggah di media sosial. Pada akhirnya munculah respon positif dari para follower yang mengikuti dan merubah pola hidup mereka dengan adanya pengaruh dari influencer yang mereka ikuti di media sosial.

Penulis menilai bahwa konten-konten yang di upload sangat relevan dengan issue yang terjadi saat ini, dan tentunya bersifat persuasif , sehingga peran influencer didalam hal ini sangatlah besar, dan sangat berpengaruh terhadap perubahan sikap para pengikut atau follower dari influencer tadi. Tidak hanya itu mereka juga tetap melakukan proses marketing yang ada pada konten mereka.

Pandemik covid mengharuskan masyarakat berdiam di rumah, sehingga satu-satunya cara dalam bertukar informasi melalui kecanggihan teknologi, kecanggihan teknologi ini memberikan peluang besar untuk memindahkan peluang bisnis dari yang semula face to face menjadi online shop atau delivery order, dalam hal ini influencer bertugas sebagai subjek yang memberikan pengaruh besar bagi masyarakat untuk bisa merubah kebiasaan masyarakat dengan pemanfaatn teknologi, yang notabane nya mereka para influencer ini dibesarkan namanya melalui sosial media tersebut. Sehingga influencer bisa melakukan pesan persuasif ganda yang pertama mengajak masyarakat untuk berdiam dirumah dan kedua mengajak masyarakat untuk mau menggunakan produk yang bisa didapatkan secara online ditengah wabah corona ini.

Pemasaran melalui digital media menjadi salah satu trend yang saat ini tengah digandrungi banyak perusahaan pemegang merek. Penggunaan jasa influencer terbilang jauh lebih efektif karena setiap influencer mikro bisa membina engagement dengan pengikutnya lebih baik, influencer ini dikatakan sebagai mikro influencer yang tentunya berbeda dengan selebriti Influencer, walaupun jumlah pengikutnya lebih sedikit dibandingkan dengan selebriti influencer namun tingkat engagement dan spesifikasi produk yang di promosikan jauh lebih tinggi nilai jualnya dibandingkan dengan selebriti influencer.

Hal inilah yang menyebabkan perusahaan-perusahaan lebih tertarik dengan mikro influencer di media sosial dalam memasarkan produk atau merek mereka. Dan sudah dipastikan bahwa ditengah mewabahnya virus Corona saat ini Marketing influencer akan jauh lebih diminati dan tentu akan banjir tawaran kerjasama karena saat ini yang akan dilakukan oleh masyarakat adalah menggunakan teknologi internet didalam pencarian informasi mengenai sebuah produk.

Penulis :
Frans Tonio Fhasca
(Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran)

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017