RAMBO: LAST BLOOD

0

Pertarungan Terakhir Sang Veteran
Oleh Jeri Wongiyanto
Pecinta dan Pengamat Film

SEJAK dirilis pertama kali tahun 1982, film “Rambo” sudah menjadi ikon tersendiri di dunia film Hollywood. Hingga kini, Rambo memiliki banyak penggemar yang setia menantikan aksinya di layar lebar. Tokoh John Rambo yang diperankan Sylvester Stallone akan menyudahi petualangannya di sekuel ke lima tahun ini.
Film “Rambo: Last Blood” akan menjadi pamungkas perjalanan John Rambo selama hampir 40 tahun di jagat perfilman dunia. Sylvester pun mengucapkan selamat tinggal pada karakter yang turut membesarkan namanya dalam film ini.


Sebagai veteran perang, Rambo menikmati hidupnya di peternakan Arizona milik ayahnya, jauh dari keramaian kota. Ia tinggal bersama pengurus rumah yang sudah dianggap saudara, Maria Beltyran (Adriana Barazza) dan cucunya Gabriella (Yyette Moreal). Gabrielle juga keponakan Rambo.

Sebagai gadis remaja Gabrielle bertumbuh kembang dengan baik. Suatu ketika, ia meminta izin pada Rambo untuk ke Meksiko mencari ayahnya tak pernah diilihatnya lewat bantuan seorang teman. Sejak kecil rasa ingin tahu, kenapa ayahnya meninggalkan dirinya dan ibunya terus membayanginya. Rambo dan Maria tidak mengizinkannya, Namun, Gabrielle nekat pergi seorang diri.

Di sinilah petaka terjadi, Gabrielle yang menemukan kenyataan pahit tentang ayahnya, diculik gembong mafia narkoba dan dijadikan PSK. Mengetahui hal ini, tentu saja Rambo harus menyelamatkan Gabrielle sebelum terlambat.

Film yang naskahnya ditulis Matt Cirulnick dan Sylvester Stallone memiliki cerita biasa saja, dan tak ada yang baru. Kisah penculikan anak gadis yang kemudian dijadikan sebagai budak seks, sudah sering kita nikmati di banyak film Holllywood

“Rambo: Last Blood” memberikan banyak sentuhan emosional dalam ceritanya. Di film ini, Rambo menjalin kedekatan yang begitu menyentuh dengan Gabriella, yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Apa pun dia lakukan untuk melindungi gadis ABG itu dari marabahaya. Namun, tentu dia tidak bisa selalu ada di samping Gabriella. Penyajian ini menjadikan film berjalan dengan tempo yang lamban hampir separuh film.

Beruntunglah sutradara Adrian Grunberg dengan apik dan penuh emosi menyuguhkan adegan-adegan aksi pembantaian dengan senjata api, senjata tajam dan bom dihadirkan dengan berbagai improvisasi dan berdarah-darah. Penggemar Rambo dijamin akan menikmati banyak adegan kekerasan yang brutal.

Sebagai sebuah film terakhir, Rambo seharusnya bisa meninggaljkan kesan yang mendalam, penonton dipaksa menyimpulkan salam perpisahan dari Sang Veteran, yang pada adegan terakhir hanya bisa duduk di kursi goyang menatap mentari, sambil meregang dengan tubuh bersimbah darah penuh luka tembakan

Bagi penonton yang ingin bernostalgia, jangan cepat beranjak dari kursi bioskop, karena akan ada tribute dari film-film sebelumnya di akhir film.

Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017