Terapkan Program Ekonomi Pesantren, Bank Indonesia Gelar Diskusi Bersama 20 Pesantren

0

Onesulsel.id, Makassar — Dalam rangka mendukung ekonomi dan keuangan syariah nasional, Bank Indonesia (BI) melakukan diskusi dalam upaya penerapan program pengembangan ekonomi pesantren. Kamis (7/6/2018).

Sebanyak 63 pesantren yang tersebar di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua telah bekerjasama dengan BI dalam upaya pengembangan ekonomi pesantren ini.


Hadir sebagai pembicara Umi Waheeda, Pimpinan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Bogor yang memaparkan “Success Story Model Bisnis Ekonomi Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Bogor”, Konsultan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan, dan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulawesi Selatan.

Fathul Rahman perwakilan dari Kementrian Agama menilai kerja sama ini bermuara pada hal positif sehingga perlu adanya sinergitas yang baik antara pihak pesantren dan pihak Bank Indonesia.

“Semoga kerja sama ini mampu mensinergikan antara pihak pesantren dan Bank Indonesia,” katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bambang Kusmiarso menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah upaya meningkatkan tataran global ekonomi syariah melalui pengembangan pesantren.

“Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 20 pesantren untuk mendiskusikan masalah pengembangan perekonomian syariah melalui pesantren. Pengembangan pesantren ini diantaranya adalah dengan mengembangkan industri yang ada di pesantren seperti di sekolah MAN Koso Pangkep yang dalam proses pembinaan Bank Indonesia,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Bambang Kusmiarso berharap diskusi ini memberi manfaat, dan dalam penerapan kerja sama ini diharapkan saling mengingatkan terutama karena ekonomi pesantren adalah hal yang baru.

“Ada tiga pusat kerja BI yakni mendorong stabilitas keuangan, mengelolah sistem pengeluaran rupiah dan kebijakan moneter. Termasuk mendorong kebijakan sosial. Saat ini pasar Indonesia menjadi pasar modal termasuk industri pasar halal. Oleh karenanya perkembangan ekonomi pesantren di dorong untuk memenuhi industri pasar halal ini. Diharapkan diskusi ini memberi masukan yang berguna dalam kegiatan ini untuk mencapai keberhasilan membutuhkan waktu. Konsistensi dan kesabaran akan diuji, untuk itu harus saling mengingatkan terlebih Eko di pesantren adalah hal yg baru sehingga jika ada masalah harus disikapi dengan hal yang wajar sehingga apa juang dilakukan ini bisa bermanfaat,” harapnya.

Penulis : Hikma Ahyuddin
Editor : Muhammad Idris

Baca Juga  Gandeng WQA APAC, Gojek Makassar Hadirkan Bengkel Belajar Mitra
Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017