Tingkatkan Kualitas Produk, KKP Dorong UPI Lakukan Sertifikasi

0

Onesulsel.id, Makassar — Tingkatkan kapasitas prosedur dan penerapan bagi Unit Pengolahan Ikan (UPI), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan segera melakukan sertifikasi terhadap produk olahannya agar mampu memenuhi utilitas dan kualitas produk untuk memudahkan penelusuran asal bahan baku terhadap produk perikanan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengendalian Mutu BKIPM KKP, Widodo Sumiyanto pada kegiatan Review Penerapan Sistem Traceability di Unit Pengolahan Ikan dan Suplier di Hotel Arthama Makassar, Selasa (28/11/2017).


“Sebagai otoritas kompeten, BKIPM KKP akan mensertifikasi semua suplier pada tahun 2018 sehingga semua produk perikanan yang diekspor ke negara tujuan bisa ditelusuri asal bahan bakunya melalui kode produksi tanpa terkecuali,” ujar Widodo.

Ia menambahkan bahwa Sulawesi Selatan merupakan salah satu produsen ikan di Indonesia dengan produksi perikanan sebesar 3,9 juta ton pada tahun 2016. Keberadaan Sulawesi Selatan memiliki peran penting dalam kelancaran arus lalu lintas ekspor dan impor komoditi perikanan di Indonesia Timur.

Sistem pengendalian jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, lanjut Widodo, sangat penting dalam rangka pemenuhan persyaratan ekspor dari negara tujuan. Salah satu indikatornya sesuai dengan standar internasional adalah produk perikanan yang dihasilkan mampu ditelusuri asal bahan bakunya.

“Penerapan sistem ketelusuran telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mata rantai produksi, distribusi dan konsumsi produk pangan,” ujarnya.

Widodo mengatakan agar suatu produksi dapat ditelusuri riwayat asal maupun rantai distribusinya dengan mudah, produsen harus memiliki catatan dan mendokumentasikan informasi mulai dari bahan baku, proses pengolahan selama distribusi/penyimpanan, pemasaran hingga ke tangan konsumen.

“Review ini bertujuan memberikan gambaran kepada peserta terkait prosedur dan penerapan ketelusuran dan penarikan produk bagi UPI dan suplier serta melakukan simulasi penarikan produk jika terjadi masalah penolakan di negara tujuan,” ucapnya.

Pada kegiatan ini dihadiri oleh 45 Unit Pengolahan Ikan dan suplier kota Makassar. Selain Widodo Sumiyanto, juga hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Inspeksi dan Ketelusuran BKIPM KKP Hendarni Mulyani dan Tenaga Ahli dari Global Reliance International, Syamsul Arifin.

Penulis : Imran
Editor : Muhammad idris

Baca Juga  Ikuti SK Kemenkes 382/2020, Hotel di Makassar Akan Gelar Wedding THRU Bagi Calon Pengantin
Share.

About Author

Leave A Reply

© Copyright OneSulsel 2017